Monosodium glutamate (MSG) yang sudah
dikenal sejak dulu merupakan zat tambahan yang digunakan untuk meningkatkan
rasa makanan menjadi lebih gurih dan lezat. MSG ini banyak ditemukan pada
masakan yang memiliki rasa asin, fast food, soft drink, dan berbagai jenis
makanan lainnya. MSG sendiri merupakan molekul sodium yang dikombinasi dengan
asam glutamat. Molekul sodium digunakan untuk menstabilkan molekul glutamat,
sementara asam glutamat berguna sebagai penyedap rasa.
Beberapa organisasi
seperti Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Food and Agriculture
Organization (FAO), Food and Drug Administration (FDA), dan World Health
Organization (WHO) mengkategorikan MSG sebagai bahan makanan yang secara umum
dianggap aman untuk dikonsumsi, asalkan dalam jumlah yang kecil. Pada masakan
Asia khususnya makanan Tiongkok, rasa umami dan penggunaan MSG telah lama
menjadi bahan tambahan. Meskipun MSG memiliki kemampuan untuk menambah
cita rasa makanan menjadi lebih lezat, namun perlu diwaspadai dampak konsumsi MSG
berlebih karena bisa berakibat fatal bagi kesehatan tubuh.
Dampak
Negatif Penggunaan Micin Berlebih Berdasarkan Hasil Penelitian
Berikut
beberapa laporan dan penelitian yang mengklaim penggunaan micin berlebih dapat
menyebabkan kondisi klinis tertentu yang memberi dampak negatif pada kesehatan,
antara lain:
- Chinese Restaurant Syndrome
Kondisi ini bisa menyebabkan munculnya gejala berupa sakit kepala, mati rasa, kemerahan, kesemutan, jantung berdebar, nyeri dada, mual, lemah, letih, dan mengantuk. Ini terjadi ketika seseorang mengonsumsi micin lebih dari 3 gram. Akan lebih parah ketika orang yang mengonsumsinya sensitif terhadap MSG. Namun, gejala-gejala tersebut belum tentu pula disebabkan oleh mengonsumsi micin saja.
- Kerusakan sel saraf
Sejumlah penelitian menyatakan bahwa glutamat pada MSG dosis tinggi dapat bertindak sebagai racun yang menyebabkan kerusakan sel saraf. Bahkan disebutkan, MSG dapat menyebabkan gangguan fungsi otak dan kerusakan berbagai organ. Unsur ini juga dapat menimbulkan sejumlah penyakit, seperti Alzheimer, Parkinson, dan gangguan konsentrasi ketika belajar.
- Obesitas dan kegemukan
Penelitian lain juga menyebutkan, mengonsumsi micin secara berlebihan dipercaya dapat menyebabkan obesitas atau kegemukan. Namun ada pula penelitian lain yang berpendapat bahwa micin dapat membuat seseorang kenyang lebih lama dan membantu menjaga berat badan. Karena itu, efek micin terhadap naik turunnya berat badan masih perlu diteliti lebih lanjut.
- Sakit kepala dan hipertensi
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi micin dalam jangka panjang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Beberapa orang juga terlihat lebih sensitif terhadap micin, dan akan mengalami efek berupa sakit kepala. Namun penyebab hal tersebut belum diketahui secara
- Merusak sel
Sejumlah peneliti juga mengklaim bahwa MSG dapat merusak sel dan materi genetik. Efek micin ini dipredikisi bisa merusak limfosit atau sel darah putih.
- Kerusakan ginjal dan depresi
Penelitian lain menyebut bahwa mengonsumsi micin dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan gejala depresi depresi akibat perubahan serotonin, yaitu sinyal di otak yang memengaruhi suasana hati dan emosi.
Jika ingin menghindari dampak negatif dari MSG, mari kita gunakan
bumbu yang lebih alami dan sehat seperti di bawah ini:
1.
Garam dan Gula .
Bumbu
ini tentu sangat mudah untuk diperoleh. Garam adalah penyedap rasa alami yang
dapat meningkatkan cita rasa makanan, namun tetap aman bagi tubuh. Sedangkan
gula dapat digunakan untuk menambah rasa gurih pada masakan dan mampu
menyeimbangkan rasa asin dari garam.
2.
Lada Hitam dan Lada Putih
Lada
dapat digunakan untuk memberikan rasa pedas pada makanan. Lada hitam dan putih
dapat memberikan sentuhan yang berbeda pada masakan, ditambah dengan aromanya
yang khas membuat bumbu ini ideal untuk menambah aroma sekaligus rasa yang
nikmat. Lada berfungsi untuk memberikan rasa spicy tanpa penambahan cabai
sekalipun.
3.
Bawang Putih dan Bawang Merah
Banyak
masakan yang menggunakan bawang karena pengolahannya sangat mudah. Dapat
dihaluskan maupun diiris tipis, bawang akan memberikan rasa gurih sebagai
pengganti MSG. Mom dapat menambahkan garam pada bawang putih untuk
menghilangkan lendir dan menambah cita rasa.
4
.Terasi
Terasi
adalah bumbu yang diracik dari bubuk ikan dan udang kecil yang telah melewati
proses fermentasi, sehingga memiliki cita rasa yang sangat khas. Di Indonesia,
terasi sangat mudah diperoleh, sehingga Mom tidak perlu khawatir ketika ingin
menggunakannya.
Meskipun
terasi biasa digunakan untuk menambah cita rasa pada sambal, ternyata terasi
juga dapat digunakan pada tumisan sayur, nasi dan mie goreng, serta untuk
membumbui berbagai makanan.
5.
Kaldu Ayam dan Sapi
Umumnya
kaldu ayam dan sapi tersedia dalam bentuk bubuk maupun blok. Namun, apakah kamu
tahu bahwa sebagian besar kaldu yang dijual mengandung MSG?
Oleh
karena itu, sebaiknya kamu membuat kaldu sendiri di rumah. Caranya mudah, cukup
dengan merebus tulang ayam atau sapi dalam air dengan menggunakan api kecil
selama 1-3 jam.
Air
hasil rebusan akan memiliki rasa yang sedap dan gurih, serta dapat disimpan di
freezer untuk digunakan kembali nantinya. Jika tidak sempat untuk membuat kaldu
sendiri, pastikan kaldu yang akan dibeli di pasaran tidak mengandung bumbu
penyedap yang berbahaya.
Mulailah
beralih ke bumbu dapur yang lebih aman. Tak hanya untuk diri sendiri, melainkan
juga harus memperhatikan kesehatan anak dan pasangan.







