Jumat, 18 Oktober 2019




Monosodium glutamate (MSG) yang sudah dikenal sejak dulu merupakan zat tambahan yang digunakan untuk meningkatkan rasa makanan menjadi lebih gurih dan lezat. MSG ini banyak ditemukan pada masakan yang memiliki rasa asin, fast food, soft drink, dan berbagai jenis makanan lainnya. MSG sendiri merupakan molekul sodium yang dikombinasi dengan asam glutamat. Molekul sodium digunakan untuk menstabilkan molekul glutamat, sementara asam glutamat berguna sebagai penyedap rasa.




Beberapa organisasi seperti  Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Food and Agriculture Organization (FAO), Food and Drug Administration (FDA), dan World Health Organization (WHO) mengkategorikan MSG sebagai bahan makanan yang secara umum dianggap aman untuk dikonsumsi, asalkan dalam jumlah yang kecil. Pada masakan Asia khususnya makanan Tiongkok, rasa umami dan penggunaan MSG telah lama menjadi bahan tambahan. Meskipun MSG memiliki kemampuan untuk  menambah cita rasa makanan menjadi lebih lezat, namun perlu diwaspadai dampak konsumsi MSG berlebih karena bisa berakibat fatal bagi kesehatan tubuh.




Dampak Negatif Penggunaan Micin Berlebih Berdasarkan Hasil Penelitian

Berikut beberapa laporan dan penelitian yang mengklaim penggunaan micin berlebih dapat menyebabkan kondisi klinis tertentu yang memberi dampak negatif pada kesehatan, antara lain:


  • Chinese Restaurant Syndrome

Kondisi ini bisa menyebabkan munculnya gejala berupa sakit kepala, mati rasa, kemerahan, kesemutan, jantung berdebar, nyeri dada, mual, lemah, letih, dan mengantuk. Ini terjadi ketika seseorang mengonsumsi micin lebih dari 3 gram. Akan lebih parah ketika orang yang mengonsumsinya sensitif terhadap MSG. Namun, gejala-gejala tersebut belum tentu pula disebabkan oleh mengonsumsi micin saja.
  • Kerusakan sel saraf

Sejumlah penelitian menyatakan bahwa glutamat pada MSG dosis tinggi dapat bertindak sebagai racun yang menyebabkan kerusakan sel saraf. Bahkan disebutkan, MSG dapat menyebabkan gangguan fungsi otak dan kerusakan berbagai organ. Unsur ini juga dapat menimbulkan sejumlah penyakit, seperti Alzheimer, Parkinson, dan gangguan konsentrasi ketika belajar.
  • Obesitas dan kegemukan

Penelitian lain juga menyebutkan, mengonsumsi micin secara berlebihan dipercaya dapat menyebabkan obesitas atau kegemukan. Namun ada pula penelitian lain yang berpendapat bahwa micin dapat membuat seseorang kenyang lebih lama dan membantu menjaga berat badan. Karena itu, efek micin terhadap naik turunnya berat badan masih perlu diteliti lebih lanjut.
  • Sakit kepala dan hipertensi

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi micin dalam jangka panjang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Beberapa orang juga terlihat lebih sensitif terhadap micin, dan akan mengalami efek berupa sakit kepala. Namun penyebab hal tersebut belum diketahui secara
  • Merusak sel

Sejumlah peneliti juga mengklaim bahwa MSG dapat merusak sel dan materi genetik. Efek micin ini dipredikisi bisa merusak limfosit atau sel darah putih.
  • Kerusakan ginjal dan depresi

Penelitian lain menyebut bahwa mengonsumsi micin dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan gejala depresi depresi akibat perubahan serotonin, yaitu sinyal di otak yang memengaruhi suasana hati dan emosi.

Jika ingin menghindari dampak negatif dari MSG, mari kita gunakan bumbu yang lebih alami dan sehat seperti di bawah ini:




1. Garam dan Gula .

Bumbu ini tentu sangat mudah untuk diperoleh. Garam adalah penyedap rasa alami yang dapat meningkatkan cita rasa makanan, namun tetap aman bagi tubuh. Sedangkan gula dapat digunakan untuk menambah rasa gurih pada masakan dan mampu menyeimbangkan rasa asin dari garam.



2. Lada Hitam dan Lada Putih

Lada dapat digunakan untuk memberikan rasa pedas pada makanan. Lada hitam dan putih dapat memberikan sentuhan yang berbeda pada masakan, ditambah dengan aromanya yang khas membuat bumbu ini ideal untuk menambah aroma sekaligus rasa yang nikmat. Lada berfungsi untuk memberikan rasa spicy tanpa penambahan cabai sekalipun.



3. Bawang Putih dan Bawang Merah

Banyak masakan yang menggunakan bawang karena pengolahannya sangat mudah. Dapat dihaluskan maupun diiris tipis, bawang akan memberikan rasa gurih sebagai pengganti MSG. Mom dapat menambahkan garam pada bawang putih untuk menghilangkan lendir dan menambah cita rasa.



4 .Terasi

Terasi adalah bumbu yang diracik dari bubuk ikan dan udang kecil yang telah melewati proses fermentasi, sehingga memiliki cita rasa yang sangat khas. Di Indonesia, terasi sangat mudah diperoleh, sehingga Mom tidak perlu khawatir ketika ingin menggunakannya.

Meskipun terasi biasa digunakan untuk menambah cita rasa pada sambal, ternyata terasi juga dapat digunakan pada tumisan sayur, nasi dan mie goreng, serta untuk membumbui berbagai makanan.



5. Kaldu Ayam dan Sapi

Umumnya kaldu ayam dan sapi tersedia dalam bentuk bubuk maupun blok. Namun, apakah kamu tahu bahwa sebagian besar kaldu yang dijual mengandung MSG?

Oleh karena itu, sebaiknya kamu membuat kaldu sendiri di rumah. Caranya mudah, cukup dengan merebus tulang ayam atau sapi dalam air dengan menggunakan api kecil selama 1-3 jam.

Air hasil rebusan akan memiliki rasa yang sedap dan gurih, serta dapat disimpan di freezer untuk digunakan kembali nantinya. Jika tidak sempat untuk membuat kaldu sendiri, pastikan kaldu yang akan dibeli di pasaran tidak mengandung bumbu penyedap yang berbahaya.



Mulailah beralih ke bumbu dapur yang lebih aman. Tak hanya untuk diri sendiri, melainkan juga harus memperhatikan kesehatan anak dan pasangan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Monosodium glutamate (MSG) yang sudah dikenal sejak dulu merupakan zat tambahan yang digunakan untuk meningkatkan rasa ma...